Monday, August 6, 2012

Diposkan oleh Fika Aditama | 0 komentar

Kamera Lubang Jarum


Pinhole Camera atau yang lebih dikenal dengan nama Kamera Lubang Jarum (KLJ), pada dasarnya adalah aplikasi praktis dari prinsip dasar kerja kamera modern. Prinsip kerja teknologi fotografi ini,bermula dari keinginan manusia yang nyatanya memang menjadi tuntutan kebutuhan untuk bisa merekam gambar sepersis mungkin. Cikal bakal KLJ sudah dimulai oleh penulis China, Moti, pada abad ke-5 SM, Aritoles pada abad ke-3 SM, dan seorang ilmuan Arab Ibnu Al Haitam atau yang lebih dikenal Al Hazen pada abad ke-10 M. Perkembangan KLJ di Indonesia semakin besar dengan dibentuknya KLJI pada tanggal 17 Agutus 2002 oleh kang Ray Bactiar Dradjat yang juga penulis buku “Memotret dengan Kamera Lubang Jarum”.

KLJ saat ini lebih didedikasikan untuk pelajaran dasar fotografi dan inovasi teknologi, lebih tepatnya aktifitas Fun, Art, dan Saince. Bahan yang digunakan pun berbeda-beda, mulai dari kaleng bekas, kardus, pipa paralon, bungkus korek api, dan kayu hingga menyerupai bentuk kamera pocket. Sedangkan media yang dipakai tergantung selera fotografer, bisa dari kerts foto atau negative film (BW atau warna). Maka sangat pantas jika KLJ digunakan sebagai kendaraan untuk “Pendidikan” dan juga “Seni”.

Hasil hunting saya menggunakan Kamera Lubang Jarum,

 ekposure 7 menit dengan bahan kamera dari kardus, menggunakan kertas BW ilford 10R.


ekposure 2 detik dengan bahan kamera dari kardus korek api, menggunakan film Lucky.

Pembuatan KLJ ini tergolong mudah, akan tetapi membutuhkan kesabaran dan ketelitian lebih. Adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah benda yang kedap cahaya.Teknis pembuatannya adalah sebagai berikut ;

  • Siapkan Kaleng bekas/pipa paralon/ kardus/ kayu.
  • Bentuk sesuai pola yang diinginkan.Pilox/ warnai bagian dalam dengan warna hitam.
  • Lubagi salah satu bagian dengan menggunakan bor atau paku.
  • Pada lubang tadi letakkan guntingan kaleng bekas softdrink  yang telah diamplas dan dilubangi dengan jarum (sebagai diafragma.
  • Rekatkan lempengan tersebut pada lubang di body kamera buatan dengan lakban warna hitam (nantinya sebagai shutter speed).
  • Selain negative fim, bisa menggunakan film/kertas foto (ilford, merit, atau lucky) sebagai media untuk menangkap image.
  • Jika akan hunting, masukkan kertas di tempat gelap ataupun dengan menggunakan changing bag (kalo film sekali hunt bisa 1 roll, tinggal putar rollnya saja).
  •  
“KLJ bukan alat yang sempurna, tapi kendaraan untuk menjadi sempurna, meski hingga saat ini KLJ masih sarat dengan berbagai ujian,saya tetap yakin bahwa kita masih berada di jalan yang benar” , Kata Kang Ray, sebagai motivasi untuk kita terus berkarya.
So, Selamat hunting dengan kamera hand made !!!!

0 komentar: